Senin, 19 Januari 2015

Pendidikan

Pendidikan di Indonesia

Di Indonesia, Pendidikan sangat diperhatikan oleh masyarakatnya. Beberapa waktu terakhir ini pendidikan di Indonesia mendapat angin segar karena 20 % APBN dialokasikan untuk bidang pendidikan. Hal ini membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia.

Pendidikan di Indonesia memiliki sistem yang cukup baik akan tetapi pelaksanaan di lapangan masih jauh dari ketentuan yang berlaku. Misalnya penyelenggaraan ujian nasional. Ujian nasional yang telah disusun sedemikian dari sekian banyak ahli sering menemui kendala di lapangan. Banyak sekali ditemukan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para oknum yang berkecimpun di dunia pendidikan.

Banyak sekali para pendidik dengan alasan kemanusiaan membantu para anak didik mereka di ujian nasional. Padahal mereka tahu dan mengerti betul hal tersebut tidak bisa dilakukan. Mereka menganggap anak didik mereka tidak diperlakukan secara adil karena mereka mengenyam pendidikan di bangku sekolah dengan failitas yang sangat minim dan kurangnnya informasi mereka dapat tentang ujian nasional.

Pelaksanaan ujian nasional merupakan PR yang terus bertambah dari tahun ke tahun dan tak kunjung selesai. Pendidikan memang sangat sulit utamanya bagi para pendidik hal tersebut diperparah dengan disahkannya undang-undang HAM yang tidak membenarkan seorang pendidik memberikan siswanya sanksi ketika melanggar aturan melalui kontak fisik. Hal ini membuat anak didik tidak lagi menghormati dan menghargai guru-guru mereka.

Mungkin kita masih sering mendengar cerita-cerita orang tua kita dahulu betapa mereka sangat segan dengan guru-guru mereka. Berbeda dengan sekarang, para anak didik sering berlaku tidak hormat kepada guru-guru mereka dan bahkan ada yang sampai membuat guru-guru mereka menangis di dalam kelas.

Mendidik sungguh pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan dan memang sangat wajar jika pemerintah membeikan perhatian khusus di bidang pendidikan. Karena generasi muda tanpa pendidikan akan membuat negara tercinta kita ini hancur di masa yang akan datang.

Mengenal Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional 
 
Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang lahir di Kota Yogyakarta pada Tanggal 2 mei tahun 1889, dan beliau wafat pada tanggal 26 April tahun 1959. di lahirkan dari turunan ningrat atau keraton Yogyakarta.


beliau mengeyam pendidikan dasar di ELS ( Sekolah dasar Eropa/Beanda), sempat melanjutkan ke STOVIA ( Sekolah Dokter Bumiputera), bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar seperti : Sediotomo, Midden Java, De Expres, Kaom Moeda, dan masil banyak lainnya. Beliau tergolong penulis handal.

aktif dalam organisasi sosial dan politik, sejak berdidirnya Boedi oetomo 1908, sebagai seksi propaganda untuk menyosialisasika dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia ( Terutama Jawa), mengenai Pentingnya persatuan dan Kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

akibat tulisanya yang proaktif Soewardi yang baru berusia 24 tahun ditangkap atas persetujuan Gubernur JEnderal Idenburg dan diasingkan ke pulau Bangka. Kedua rekannnya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemono, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke BLenda tahun 1913. ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

soewardi dipengasingannya, aktif dalam organisasi para pelajar asal indonesia, Indische Vereeniging ( Perhimpunan Hindia). Inilah kesempatan yang tidak disia-siakan untuk merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi, dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, Ijazah Pendidikan bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannnya.

Soewardi kembali ke Indonesia september 1919, bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajarkanya digunakan untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang didirikannya 3 juli 1922, Nationaal Onderwijs Institut Tamansiswa Atau Perguruan tamansari. saat genap berusia 40 tahun menurut penghitungan penanggalan jawa, Mengganti namanya Menjadi Ki Hajar Dewantara, tidak menggunakan lagi gelar kebangsawanannya di depan namanya.dimaksud supaya bebas bergaul dengan rakyat baik secar fisik maupun jiwa.

atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahiranya dijadikan Hari Pendidikan Nasional seperti tertuang dalam surat Keputusan Presiden RI no.305 tahun 1959, tanggal 28 Nopember 1959. di kukuhkan pula sebagai pahlawan nasional oleh presiden RI, pada jaman Soekarno.

Transformasi Pendidikan: Pembelajaran Abad 21
 

Transformasi Pendidikan: Pembelajaran Abad 21 - Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aktivitas kehidupan. Teknologi mampu menghubungkan daerah daerah di berbagai belahan dunia yang melampaui sekat-sekat geografis sehingga dunia menjadi tanpa batas.Transformasi dunia abad 21 ini berdampak pada :
Pasar dunia berkembang
Kompetisi dalam skala global
Pengetahuan sebagai mata uang baru
Kebutuhan akan teknoligi

Perkembangan di abad 21 ini juga tentunya akan berdampak pada dunia pendidikan. Proses pembelajaran tentunya harus beradaptasi dengan perubahan. Pembelajaran abad 21 dengan kehadiran ICT dalam dunia pendidikan, menuntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok). dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat. Artinya terdapat kriteria yang dibutuhkan untuk menghadapi pembelajaran abad 21 ini (21st century skills), yakni:
Kreativitas dan kewirausahaan
Literasi teknologi dan media
Komunikasi efektif
Pemecahan masalah
Berpikir kritis
Bekerja sama

Dengan semakin berkembangnya teknologi di abad 21, maka proses pembelajaran harus beradaptasi terhadap perubahan ini. Dari proses pembelajaran yang berbasis Sumber Daya alam menjadi berbasis pengetahuan dengan disertai keterampilan berteknologi. Seperti yang kita ketahui negara kita, Indonesia, memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun hanya dengan sumber daya alam saja tidak cukup. Diperlukan Sumberdaya manusia yang meiliki pengetahuan dan terampil menggunakan teknologi.
Selain itu dalam pembelajaran abad 21, terjadi perubahan paradigma pendidikan. Yang tadinya proses pembelajaran berpusat pada guru, maka harus dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran lebeih menekankan seolah olah guru memberikan ceramah pada siswa tanpa memberikan kebebasan pada siswa. Guru menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran dan siswa tidak memiliki kebebasan sendiri. Paradigma ini sudah seharusnya dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa lebih memiliki kebebasan untuk berbicara, kebebasan untuk mengemukakan pendapat,dll. Sehingga siswa mampu memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diberikan pengalaman untuk belajar berkelompok, sehingga siswa bisa bersosialisi dengan temannya.
Dalam menghadapi pembelajaran abad 21 yang berbasis teknologi dan pengetahuan ini. Guru dihadapkan pada sebuah tantangan, yakni guru harus mampu:
Mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang saat ini belum ada dan pekerjaan yang hilang
Mengunakan teknologi yang belum ditemukan
Memecahkan masalah yang belum muncul

Dalam transformasi pendidikan abad 21 Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.


1. Pedagogik
Kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.
2. Kepribadian
Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral.
3. Sosial
Kompetensi sosial meliputi: memiliki empati pada orang lain, memiliki toleransi pada orang lain, memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
4. Profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.
Namun selain empat hal diatas terdapat satu kompetensi dasar yang perlu diperhatikan guru yaitu Teknoligi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Mengingat transformasi pembelajaran di abad 21 ini berbasis pengetahuan dan teknologi, maka guru memerlukan kompetensi TIK.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar