Pengertian Hipotesis Penelitian
Sebagai contoh, ada sebuah pertanyaan tentang;
apakah tamatan SMU yang memiliki nilai UN tinggi akan mampu menyelesaikan studi
perguruan tinggi dalam waktu yang relatif lebih cepat? Pertanyaan ini dapat
kita ubah menjadi pernyataan sebagai berikut: ada hubungan positif antara nilai
UN SMA dan prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Kalimat yang
terakhir ini adalah bentuk suatu rumusan hipotesis yang menghubungkan dua
variabel, yaitu nilai UN dan prestasi belajar. Dengan demikian, hipotesis ini
memberikan arah pada penelitian yang harus dilakukan.
Hipotesis pada penelitian berfungsi:
- Memberikan penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
- Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam penelitian.
- Memberikan arah penelitian.
- Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.
– Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa
variabel
Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua
variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap
turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana
perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
– Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima
atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.
– Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu
pengetahuan
Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada
permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang
sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar.
Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur
dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari
laporan penelitian sebelumnya.
– Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan
yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan
sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan
hipotesis tersebut.
MENGUJI HIPOTESIS
Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data
empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu
peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan.
Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis ,
apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti
cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi
bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut
ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang
peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi
penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran.
Sekian uraian tentang Pengertian Hipotesis
Penelitian, semoga bermanfaat.
Sumber:
- W. Gulo. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo.
- http://depary.blogspot.com/2012_09_01_archive.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar